Minggu, 24 November 2013

Movember

Aku pernah jadi seorang wanita yang bodoh. Mengira cinta bisa memberiku bahagia yang amat luar biasa. Hingga aku pandir, sayang. Aku merasa kau datang dan akan menghadiahkan aku senyum setiap hari. Cinta membuatku lupa bahwa harum bunga pun memiliki umurnya.

Lihat bagaimana cinta memperlakukanku, sayang. Lihat bagaimana aku menyayat-nyayat pikiranku dengan kebencian yang muskil. Lihat bagaimana luka-luka ini bersembunyi setiap kau datang lagi dan tersenyum tanpa dosa; seakan-akan aku tidak akan membunuhmu ketika kau datang kembali meminta peluk.

Lihat aku, hai laki-laki, dan jawab pertanyaanku:

Bagaimana kau mencintaiku kini?


Siapa yang lebih menyangga?
Hal entah yang kau kejar, atau cintaku?

yang angin–di bawah kepak sayap angan-anganmu.




        mungkin ini akan jadi Movember ceriaku. Move.

Sabtu, 23 November 2013

RMM

Sore ini....
Aku sedang belajar ikhlas, membiarkan hujan menghujamkan rindu sementara kau tak sedang bersamaku.
Sayang, ia tidak pernah datang sendiri ia mengembun pada kaca jendela membentuk bayang wajahmu menyusun rindu-rindu sederhana.
Maka ketahuilah, bahwa pada engkau yang bertamu dalam setiap hujan, aku selalu merindukan–bukan bumi nan aroma atau pun pelangi sesudahnya.

Mendung....
Kutantang ia sembari menunggu kedatanganmu sebab pelukmu perapian, penghangat di kala hujan..
Ia datang sendirian, sementara hujan datang keroyokan aku, babak belur dihajar kenangan..
Kepergianmu menyusun mendung di mataku, melahirkan hujan di kemudian waktu..
Menengadah aku, memandang abu-abu ingin kutarik kelambu yang menahan air mata kelabu dan seketika aku ingin jadi bumi, bagi setiap air mata serta tiap jatuhmu yang dipaksa gravitasi..

Badai........
Hingga kini Tuhan belum menjawab bagaimana waktu mengkerut ketika mendung dan melemparku menuju masa lalu ketika hujan ––tak tertahankan
Sebelumnya, kita pernah menari di bawah hujan kini aku menangis bersamanya...
Pulanglah. Rinduku menggigil kesepian sementara engkau hanya mengirim hujan..

Aroma Pasca Hujan...
Betapa aku mencintainya betapa aku merindukannya aroma yang menemani mantra kekeringan tereksekusi..
Sayang, hujan telah usai, telah hadir pula pelangi namun rindu untukmu tak jua pergi...

                                                                                 Rindu di- Malam Minggu

Jumat, 22 November 2013

lagi lagi Tuhan

"balon yang masih empat aja dipegang erat-erat"   
tersenyum saya membaca status Blackberry Messenger salah satu teman wanita saya. 
lalu saya iseng membaca ulang status tersebut, berkerut kening saya dalam hati bertanya.. apa maksudnya? ah bodoh sekali kamu mil, tentu kalimat itu yang akan keluar dari mulut teman saya jika saya menanyakan langsung apa maksud dari status isengnya itu. mungkin dia sedang kesal dengan kekasih hatinya. duh! kamu, jangan coba samakan hatimu dengan balon. laki-laki sekarang bukan dia di masa kecilnya, yang menganggap balon lebih berharga dari segalanya (kupegang erat-erat).

Langsung sajalah, saya sedang galau. ya Tuhan, aku galau, aku bingung... lagi lagi mengadu ke Tuhan, semoga Dia tidak bosan.

Dia laki-laki yang Kau kirimkan kepadaku, dijalan Kau takdirkan kita bertemu lalu berkenalan hingga sekarang. semua terasa indah Tuhan, sempurna. tapi mengapa perasaan ini kerap kali muncul?? selalu ada saja alasan yang seolah memerintah dan mengintimidasi saya bahwa setiap hari saya harus marah, bahwa saya harus ngambek. saya sendiri juga bingung, capek!

Dia selalu berkata kepada saya, bahwa "bukan aku yang cuek, selama ini aku perhatiin kamu. cuma kamunya aja yang berkebutuhan perhatian besar" begitu yang selalu dia bilang. Apa benar Tuhan? tentu Kamu yang lebih tahu isi hatinya...

Tapi coba telaah dulu, jika kamu diposisi sayapun akan merasakan hal yang sama. REPOSITION. belum lagi muncul hoby aneh yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan dan saya idam-idamkan sama sekali - pasangan saya mempunyai hoby tersebut : Bilyard. 

there is only one request.. tolong, sibukkan saya Tuhan, tolooooooooong.


hingga kau sadari hal ini...
seringkali aku jadi udara yang menyangga sayapmu.
ketika kau terbang menjauh, mengejar hal yang entah..

hingga suatu saat aku lelah dan tiada..

seringkali aku menjadi nafas yang kau hirup untuk tetap hidup..
sembari menadah luka basah..

hingga suatu saat aku hampa, dan kau punah..

siapa yang lebih ada?
hal entah yang kau kejar, atau cintaku?

_yang angin dibawah kepak sayap angan-anganmu.

Rabu, 20 November 2013

Membayangkan kita suatu saat nanti...

membayangkan kita.
suatu hari aku membayangkan kita. bercanda di teras rumah yang sering kita bayangkan bersama, akan kita bangun di masa depan. kita bicara hal-hal yang sering kita sangsikan saat muda. tentang dunia, cinta dan norma-norma yang dahulu gagal memisahkan kita. betapa kuatnya kita merapalkan doa, menyelundupkan nama masing-masing kita diantara mantra-mantra. pada doaku, namamu, beserta percikan cita dan cinta kurapalkan setiap hari...

kemudian kubayangkan kamu akan menulis puisi saat aku kembali ke dapur untuk membuatkanmu kopi. sebelumnya aku bilang aku merindukan puisi-puisimu kepadaku. maka dengan sangat sederhana, kau katakan dengan gombal saat aku kembali membawakanmu secangkir kopi, bahwa kamu dan aku seperti kopi dan susu. bersatunya kita dalam kehangatan itu sangat menyenangkat. 'ah gombal kamu mas,' begitu aku berkata lalu mencubitmu... tersipu dan akupun malu.

(aku yakin kamu tersenyum membaca ini. kalau tidak, kamu akan tersenyum sekarang...)

kamu tau, aku sudah tidak sabar sekali membayangkan kehidupan baru yang akan kita bahagiakan dengan bahagia. aku lupa kita sudah sampai sejauh ini. ah, kita memang suka lupa ruang dan waktu bila bergembira. saking gembiranya kita sering kekurangan waktu untuk membahasnya. betapa waktu sangat mengerti kita. saat kita merasa senang, dia merapatkan diri agar kita segera kembali ke dunia nyata agar kita bisa mewujudkan mimpi-mimpi. saat kita merasa bosan, dia merentangkan diri agar kita dapat menemukan hal-hal baru...

pernah dulu kita bermarah-marah hampir berpisah saat kita berdua saling membicarakan kekasih luar biasanya kita yang lalu. "sayang membicarakan masa lalu adalah hak, namun tidak merasa sakit karenanya ialah hak kekasihmu." aku sangat mencintai kita yang sekarang.. dan kemudian. Tuhan memahat indah tulang rusukmu, menjadi aku... :)

tersenyumlaah, ini adalah masa depan yang kita bahagiakan.. bukan hanya aku atau hanya kamu. tapi inilah kita yang dipertemukan dunia menjadi sepasang manusia yang saling mencintai hingga tua. semoga.. aku mencintaimu mas.









we do not remember days. we remember moment.

kamu apa kabar? - lebih baik dari hari terakhir kita bertemu :)

setelah tiga tahun... 
tak banyak hal yang berubah. setelah sekian lama aku mencoba membiasakan diri tanpa senyumanmu, tanpa sapaan serta suara khasmu..

setelah tiga tahun (ya aku menghitungnya...) ternyata kamu masih sama seperti saat terakhir aku menatapmu. lesung pipi, tatapan mata, semua yang khas dari dirimu aku masih ingat jelas. kamu seorang yang dulu aku cintai mati-matian.. yang aku perjuangkan. rasanya masih sama, tapi kalii ini tidak ada getar-getar (sebut saja cinta) yang aku rasa. semua terasa biasa saja. hanya rasa penasaran seperti "dia masih sama kaya yang dulu gak ya?" atau "lesung pipinya masih ada?". hanya sebatas itu. kamu jangan GR.

......ya kamu taulah, ada cincin milik laki-laki lain yang kini sangat aku cintai dijari kiriku. dia sangat baik, dia mencintai aku sama seperti kamu mencintaiku dulu. hanya saja dia lebih sabar dibanding kamu, kamu tau kan? aku dari dulu tukang ngambek, manja tapi sekarang sudah sedikit lebih dewasa lah! haha. people changes, include me. haah!! betapa malam tadi menjadi malam yang tidak pernah aku bayangkan sama sekali, aku berlaku seperti seorang maling yang dimanapun kamu mencoba membawaku, aku selalu merasa banyak mata menatapku seakan mereka ingin berteriak ''maliiiing!''. 

kamu beberapa kali mencoba menarik dan menenggelamkan aku lagi ke masa-masa dulu, dengan berani kamu bertanya "why did you leave me??" aku hanya diam, dalam hati aku berteriak STOP!! jangan biarkan perasaan bersalah yang dulu sudah susah payah saya usir, muncul kembali. sudahlah, seperti banyak orang bilang.. yang lalu biarlah berlalu. aku diam, kamu mulai berkata lagi "sekarang tambah cantik, tapi kurusan yaaaa" - "iya kan model idealnya segini berat badannya" "oh iya, skg kan jadi model cikarang" kemudian kita tertawa HAHAHA..

setelah tiga tahun...
aku tak banyak berharap... lanjutkan hidupmu begitu juga akuu. karena semua sungguh sudah tak mungkin. ya!! biarlah kita tetap seperti ini. aku bahagia dengan hidupku, pun kamu. biarlah waktu memenjarakan kita, baik ingatan juga kenangan. 


          Did I tell you how much I miss.. your sweet kiss.
      Did I tell you I didn't cry?
              Well I lied... I lie lie lied.
                    I miss you yes I do. 
                                      
                 - Wonderful Adam Ant.