Rabu, 20 November 2013

Membayangkan kita suatu saat nanti...

membayangkan kita.
suatu hari aku membayangkan kita. bercanda di teras rumah yang sering kita bayangkan bersama, akan kita bangun di masa depan. kita bicara hal-hal yang sering kita sangsikan saat muda. tentang dunia, cinta dan norma-norma yang dahulu gagal memisahkan kita. betapa kuatnya kita merapalkan doa, menyelundupkan nama masing-masing kita diantara mantra-mantra. pada doaku, namamu, beserta percikan cita dan cinta kurapalkan setiap hari...

kemudian kubayangkan kamu akan menulis puisi saat aku kembali ke dapur untuk membuatkanmu kopi. sebelumnya aku bilang aku merindukan puisi-puisimu kepadaku. maka dengan sangat sederhana, kau katakan dengan gombal saat aku kembali membawakanmu secangkir kopi, bahwa kamu dan aku seperti kopi dan susu. bersatunya kita dalam kehangatan itu sangat menyenangkat. 'ah gombal kamu mas,' begitu aku berkata lalu mencubitmu... tersipu dan akupun malu.

(aku yakin kamu tersenyum membaca ini. kalau tidak, kamu akan tersenyum sekarang...)

kamu tau, aku sudah tidak sabar sekali membayangkan kehidupan baru yang akan kita bahagiakan dengan bahagia. aku lupa kita sudah sampai sejauh ini. ah, kita memang suka lupa ruang dan waktu bila bergembira. saking gembiranya kita sering kekurangan waktu untuk membahasnya. betapa waktu sangat mengerti kita. saat kita merasa senang, dia merapatkan diri agar kita segera kembali ke dunia nyata agar kita bisa mewujudkan mimpi-mimpi. saat kita merasa bosan, dia merentangkan diri agar kita dapat menemukan hal-hal baru...

pernah dulu kita bermarah-marah hampir berpisah saat kita berdua saling membicarakan kekasih luar biasanya kita yang lalu. "sayang membicarakan masa lalu adalah hak, namun tidak merasa sakit karenanya ialah hak kekasihmu." aku sangat mencintai kita yang sekarang.. dan kemudian. Tuhan memahat indah tulang rusukmu, menjadi aku... :)

tersenyumlaah, ini adalah masa depan yang kita bahagiakan.. bukan hanya aku atau hanya kamu. tapi inilah kita yang dipertemukan dunia menjadi sepasang manusia yang saling mencintai hingga tua. semoga.. aku mencintaimu mas.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar