Aku pernah jadi seorang wanita yang bodoh. Mengira cinta bisa memberiku bahagia yang amat luar biasa. Hingga aku pandir, sayang. Aku merasa kau datang dan akan menghadiahkan aku senyum setiap hari. Cinta membuatku lupa bahwa harum bunga pun memiliki umurnya.
Lihat bagaimana cinta memperlakukanku, sayang. Lihat bagaimana aku menyayat-nyayat pikiranku dengan kebencian yang muskil. Lihat bagaimana luka-luka ini bersembunyi setiap kau datang lagi dan tersenyum tanpa dosa; seakan-akan aku tidak akan membunuhmu ketika kau datang kembali meminta peluk.
Lihat aku, hai laki-laki, dan jawab pertanyaanku:
Bagaimana kau mencintaiku kini?
Siapa yang lebih menyangga?
Hal entah yang kau kejar, atau cintaku?
yang angin–di bawah kepak sayap angan-anganmu.
mungkin ini akan jadi Movember ceriaku. Move.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar